Saturday, August 15, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeAktivitas akademikEfisiensi Farmasi: Mahasiswa UNPAM Observasi Persediaan Obat di Apotek Amanda Farma

Efisiensi Farmasi: Mahasiswa UNPAM Observasi Persediaan Obat di Apotek Amanda Farma

Tangerang, Maret 2025 – Pada tanggal 15 Maret 2025, mahasiswa Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan pengamatan langsung di Apotek Amanda Farma sebagai bagian dari proses awal Kerja Praktik (KP). Tim yang beranggotakan Firdaus Dika Permana, Rafly Ramadhan, dan Saeful Hasan berkolaborasi untuk mencapai beberapa sasaran utama, yaitu mempermudah pencatatan dan pemantauan pergerakan obat, serta menyediakan informasi stok yang akurat dan mudah diakses.

Kerja Praktik ini dilaksanakan oleh mahasiswa semester enam Universitas Pamulang sebagai upaya pengembangan kompetensi dan aplikasi pengetahuan akademis yang diperoleh selama perkuliahan. Berlangsung selama 4 bulan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman praktek di lapangan, meningkatkan pemahaman operasional, serta mengasah keterampilan yang relevan untuk prospek karier di masa depan.

Proyek kerja praktek ini berfokus pada pengembangan Aplikasi Pengelolaan Obat Berbasis Web untuk Apotek Amanda Farma Jl. Raya Kresek Kp. Soge Rt002 Rw.001 Ds. Patrasana Kec. Kresek Kab. Tangerang.

Apotek Amanda Farma merupakan fasilitas layanan kesehatan yang bergerak di bidang distribusi dan penyediaan obat-obatan serta perlengkapan medis. Apotek ini menyediakan berbagai jenis obat, baik resep maupun non-resep, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Produk-produk tersebut digunakan oleh masyarakat untuk mendukung pengobatan dan pemulihan kesehatan.

Kegiatan observasi ini bertujuan untuk memahami lebih dalam alur proses pelayanan di lingkungan Apotek Amanda Farma, khususnya terkait dengan penanganan resep dan permintaan pelanggan hingga obat diserahkan kepada pasien.

Mahasiswa Melakukan Wawancara Terhadap Pemilik Apotek

Dalam kegiatan observasi, mahasiswa mengikuti jalannya proses dari awal hingga akhir, mencakup:

  1. Pencatatan obat yang hampir habis

Pencatatan dilakukan oleh pemilik apotek menggunakan selembar kertas untuk mengetahui stok obat apa saja yang sudah segera habis.

  1. Pelaporan barang masuk dan keluar

Selama ini pencatatan laporan barang masuk dan keluar belum dilakukan secara sistematis, sehingga pemilik belum memperoleh informasi yang optimal mengenai pergerakan barang.

Selain itu, mahasiswa juga mencatat bahwa proses pencatatan tanggal kedaluwarsa obat belum terdokumentasi dengan baik. Hal ini berpotensi menyebabkan obat kedaluwarsa masih tersimpan di rak, yang tentu membahayakan konsumen dan bisa berdampak pada reputasi apotek.

Mahasiswa juga mengamati bahwa belum tersedia sistem pelaporan penjualan harian secara otomatis. Laporan masih dibuat secara manual di akhir hari, yang memakan waktu dan berisiko tertinggal jika staf sedang sibuk melayani pelanggan.

Tampilan Sebagian sisi rak obat

Kami menyimpulkan bahwa terdapat potensi peningkatan efisiensi operasional di apotek ini melalui implementasi sistem digital yang lebih terintegrasi, terutama dalam hal pencatatan stok obat, laporan barang masuk dan keluar.

Sebagai bentuk kontribusi dalam kegiatan kerja praktek, kami berinisiatif untuk merancang dan mengembangkan sistem aplikasi pengelolaan stok obat berbasis website. Sistem ini dirancang untuk mendigitalisasi seluruh proses pencatatan dan pelaporan stok obat secara real-time, sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik dan meningkatkan efisiensi operasional apotek.

RELATED ARTICLES

Most Popular