Meningkatnya aktivitas digital yang dilakukan masyarakat baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan usaha mendorong peningkatan resiko pencurian data. Sejumlah kasus kebocoran data kembali mencuat dan tidak dapat lagi dianggap remeh. Saat ini yang dijadikan target oleh pelaku cyber tidak hanya perusahaan besar tetapi juga pelaku usaha skala kecil, data informasi login, bahkan informasi pelanggan.
Metode pencurian data yang umum digunakan seperti phishing (penipuan melalui tautan atau email palsu), malware (penyusupan melalui aplikasi yang tidak resmi), dan eksploitasi sistem lemah seperti aplikasi maupun perangkat yang tidak diperbarui.
Dampak dari pencurian data bagi individu dapat berupa kehilangan akun media sosial, pencurian identitas, dan kerugian finansial. Sedangkan dampak bagi perusahaan diantaranya kebocoran data pelanggan, turunnya kepercayaan dan reputasi perusahaan, dan adanya ancaman risiko hukum.
Langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah pencurian data diantaranya dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, melakukan autentikasi dua langkah, menghindari membuka tautan ataupun file mencurigakan, melakukan pembaharuan sistem dan software, dan yang terakhir mewaspadai penggunaan wifi publik. Selain langkah-langkah tersebut dalam artikel Widya Security mengungkapkan pentingnya melakukan pelatihan keamanan digital agar dapat membantu pengguna mengenali dan mencegah ancaman serangan cyber.
Menurut Alwy Herfian Satriatama, CEO Widya Security, memberikan tanggap mengenai ancaman pencurian data yang sangat rentan terjadi oleh siapapun. “Ancaman itu bukan hanya bersembunyi dibalik celah keamanan, tapi serangan bisa datang dari mana saja, bahkan dari manusia itu sendiri. Jadi, penting untuk sadar bahwa keamanan data itu dimulai dari diri sendiri. Seperti kesadaran akan ancaman, edukasi orang terdekat, dan jadilah pengguna digital yang bijak.”
Alwy juga menegaskan bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab tim IT tetapi seluruh pengguna teknologi digital. Kolaborasi antara pengguna dan penyedia layanan akan memberikan sinergi kuat dalam mencapai keamanan data.
Beberapa lembaga dan perusahaan terus melakukan himbauan untuk melakukan pencegahan pencurian data pribadi dan mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih aman. Seperti Kemkominfo melalui jdih.komdigi.go.ig yang mengungkapkan bahwa data pribadi adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. Dan lembaga perusahaan keamanan cyber lainnya yang memberikan edukasi baik teknis maupun non teknis melalui berbagai seminar, pelatihan, dan konten edukatif.

