Saturday, August 15, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeAktivitas akademikDosen ITB Kembangkan Model AI untuk Prediksi Keruntuhan Bangunan Akibat Gempa

Dosen ITB Kembangkan Model AI untuk Prediksi Keruntuhan Bangunan Akibat Gempa

KOMPAS.com – Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Prasanti Widyasih Sarli berhasil ciptakan model AI (Artificial Intelligence) canggih yang mampu mengidentifikasi kerentanan bangunan terhadap gempa hanya melalui foto.

Inovasi ini bahkan mengantarkannya meraih penghargaan L’Oreal-UNESCO for Women in Science 2024.

Dosen sekaligus peneliti ITB ini mengembangkan kecerdasan buatan atau AI untuk mengidentifikasi kerentanan bangunan terhadap gempa hanya melalui foto. Bahkan foto bisa diambil dari Google Street View.

Menganalisis jutaan bangunan


Pengembangan teknologi ini sudah dilakukan sejak tahun 2022 dengan judul “Resilience for all: Indonesian Large scale Housing Assessment”.

“Gempa tidak membunuh, melainkan kerusakan bangunan,” kata Prasanti dikutip dari akun Instagram Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Rabu (4/12/2024).

Istilah seismologi tersebut menegaskan bahwa gempa bumi sebenarnya tidak melukai atau membunuh manusia secara langsung. Korban jiwa lebih banyak disebabkan oleh runtuhan bangunan.

Oleh karena itu, data kerentanan bangunan sangat krusial dalam memetakan risiko bencana di setiap wilayah.

Melalui teknologi yang dikembangkan oleh Prasanti, memungkinkan analisis terhadap jutaan bangunan dalam suatu area luas. Sehingga peta risiko bencana dapat disusun secara lebih akurat.

Dalam riset ini, Prastanti dan tim yang terdiri dari insiyur sipil, ahli sistem informasi dan pakar seismik mengumpulkan dan melabeli ribuan foto bangunan berdasarkan tipologinya. Lalu menggunakan data ini untuk melatih model AI.

Klasifikasikan bangunan baru berdasarkan ciri-ciri visual

Model AI yang telah dilatih kemudian mampu mengklasifikasikan bangunan baru berdasarkan ciri-ciri visualnya.

Selain itu, model ini juga memperhitungkan faktor lokasi bangunan dengan menghitung jaraknya dari sumber gempa potensial sehingga dapat memberikan estimasi risiko gempa yang lebih akurat.

Menurut dia, penelitian ini menunjukkan potensi besar teknologi AI dalam mengidentifikasi kerentanan bangunan.

Meskipun masih ada beberapa asumsi yang perlu diperbaiki, hasil awal menunjukkan bahwa teknologi ini dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk pemetaan risiko gempa.

“Kami berharap teknologi Artificial Intelligence yang sedang kami kembangkan yang mampu mengidentifikasi tipologi bangunan hanya melalui foto, dapat membantu memetakan risiko suatu area secara cepat dan murah. Bahkan hanya dengan foto dari Google Street View. Tentu saja ini buka solusi yang sempurna tetapi kami berharap ke depannya teknologi ini dapat terus kami sempurnakan,” tambahnya.

Dengan potensi besar, teknologi ini bisa menjadi solusi untuk Indonesia yang rawan gempa, mengurangi risiko korban akibat reruntuhan bangunan.

Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2024/12/04/201204771/dosen-itb-kembangkan-model-ai-untuk-prediksi-keruntuhan-bangunan-akibat?source=widgetML&engine=C

RELATED ARTICLES

Most Popular