Tangerang, 2 Juni 2025 – Sebagai bagian dari tahapan implementasi, Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Pamulang, yaitu Muhammad Bara Aksayeth, Achmad Yazidh Fadillah, dan Rika Rukmana melakukan serangkaian diskusi teknis untuk merancang sistem aplikasi Absenku berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan pengguna yang telah dihimpun sebelumnya. Diskusi ini bertujuan untuk menyusun fondasi sistem secara sistematis dan menyeluruh, dengan pendekatan berbasis analisis perangkat lunak.
Pada tahap ini, tim menyusun Use Case Diagram untuk menggambarkan hubungan antara aktor (admin dan karyawan) dengan fungsionalitas sistem. Diagram ini menjelaskan proses-proses utama seperti absensi masuk/keluar, pengelolaan data pegawai, dan pembuatan laporan absensi.
Selanjutnya, dibuat Sequence Diagram untuk menunjukkan alur komunikasi antara pengguna dan sistem. Diagram ini menggambarkan langkah-langkah mulai dari karyawan melakukan login, sistem melakukan verifikasi, hingga data tercatat dalam basis data dan muncul di dashboard admin.
Pada tahap ini tim mendesain struktur kelas (entitas) dalam sistem. Diagram ini memetakan relasi antar objek seperti Karyawan, Absensi, Admin, serta atribut dan metode yang dimiliki masing-masing kelas. Class diagram menjadi dasar dalam pembuatan database dan backend aplikasi.
Tim juga melakukan identifikasi potensi masalah (problem shoot) yang mungkin muncul saat sistem berjalan. Beberapa aspek yang dibahas antara lain koneksi internet, validasi lokasi (GPS), kesalahan input data, serta keamanan dan otorisasi pengguna.
Tim menyusun Activity Diagram untuk memperjelas alur aktivitas pengguna dalam sistem, mulai dari proses absensi, pengisian data lembur, hingga akses admin dalam membuat rekap laporan. Diagram ini membantu memahami logika proses yang akan dibangun dalam sistem.
Tahap ini merupakan diskusi menyeluruh mengenai alur kerja sistem secara keseluruhan, termasuk tampilan antarmuka pengguna, alur navigasi aplikasi, dan teknologi yang digunakan. Tim juga mulai menyusun tahapan implementasi berdasarkan prioritas fitur dan jadwal pengembangan.
Pada tahap ini, tim melakukan diskusi mengenai proses normalisasi basis data untuk memastikan struktur penyimpanan data yang efisien, terorganisir, dan bebas dari redundansi. Normalisasi dilakukan hingga bentuk normal yang sesuai (minimal 3NF) agar setiap entitas dalam sistem, seperti data karyawan, absensi, lembur, dan admin, memiliki relasi yang jelas dan tidak saling tumpang tindih.

Proses ini juga bertujuan untuk meningkatkan integritas data serta memudahkan pengambilan informasi pada saat pelaporan atau analisis dilakukan oleh sistem. Diskusi ini menjadi tahap penting dalam perancangan database sebelum sistem diimplementasikan secara menyeluruh.

