Bogor, Juni 2025 — Sebagai bagian dari pelaksanaan kerja praktek, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Absensi Karyawan Berbasis Web dengan Fitur QR Code di Caffe Kopi Liyane, yang berlokasi di Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Ketiga mahasiswa tersebut, Ramadhan Alamsyah, Faiz Zakwan Alzaki, dan Muhammad Tri Bintang Sanusi, memulai proyek ini dengan latar belakang sistem absensi manual yang masih digunakan oleh Kopi Liyane. Sebelumnya, pencatatan kehadiran dilakukan menggunakan buku absensi dan direkap secara manual dengan Excel, yang dinilai kurang efisien dan rawan kesalahan pencatatan.

Sebagai solusi, mereka merancang sistem berbasis web yang memungkinkan pencatatan kehadiran dilakukan secara otomatis dengan pemindaian QR Code. Sistem ini tidak hanya mempercepat proses absensi, tetapi juga meningkatkan akurasi data serta efisiensi dalam pelaporan kehadiran karyawan secara real-time.
“Sistem ini merupakan bentuk kontribusi kerja praktek kami untuk mendukung proses administrasi yang lebih modern di Kopi Liyane,” ujar Ramadhan saat sesi implementasi.
Dibangun dengan framework Laravel, Bootstrap 5, dan TailwindCSS, aplikasi ini juga dilengkapi fitur-fitur unggulan seperti:
- Dashboard interaktif untuk memantau kehadiran harian
- Manajemen data karyawan, shift, dan jabatan
- Fitur autentikasi pengguna bagi admin
- Pemindaian QR Code untuk setiap karyawan
- Histori absensi lengkap
- Database terpusat menggunakan MySQL
Seluruh sistem diuji menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan semua fitur berjalan dengan baik. Struktur sistem ini mencakup tiga aktor utama: Admin, Karyawan, dan Owner, dengan diagram Use Case dan ERD yang menggambarkan alur sistem dari absensi harian hingga laporan bulanan.
Sistem ini telah berhasil di-hosting di jaringan internal Kopi Liyane dan diperkenalkan langsung kepada pihak manajemen, termasuk pembimbing lapangan, Bapak Dedi Kurnia, serta Ka Olivia selaku Manajer Operasional. Dalam sesi uji coba, tim manajemen turut mencoba fitur pemindaian QR Code dan meninjau laporan melalui dashboard digital.

“Implementasi ini sangat membantu operasional kami. Laporan bisa langsung dilihat kapan saja tanpa harus menunggu rekap manual,” ujar Ka Olivia.
Dengan hadirnya sistem ini, proses pencatatan kehadiran di Kopi Liyane kini menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat. Selain itu, sistem ini juga mendukung proses pengambilan keputusan oleh manajemen dengan menyediakan data kehadiran yang real-time dan terstruktur.

