Tangerang, 03 Juni 2025 – Melanjutkan kegiatan observasi sebelumnya, mahasiswa Universitas Pamulang mengimplementasikan sebuah sistem berbasis teknologi Internet of Things (IoT) di PT DMS Mitra Sejahtera pada awal Juni 2025. Sistem ini difokuskan pada proses absensi karyawan menggunakan kartu RFID, menggantikan metode manual yang selama ini digunakan.
Sistem absensi ini tidak hanya mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga didasarkan pada kebutuhan nyata yang teridentifikasi saat observasi. Karyawan yang sebelumnya harus mengisi lembar absensi secara manual kini hanya perlu melakukan tapping kartu RFID untuk mencatat kehadiran mereka secara otomatis dan real time.
Dari sisi perangkat keras, sistem memanfaatkan modul ESP8266 sebagai mikrokontroler terhubung Wi-Fi dan RC522 sebagai pembaca kartu RFID. Setiap karyawan diberikan kartu RFID unik yang digunakan saat datang dan pulang kerja. Data kemudian langsung masuk ke server melalui internet, dan disimpan dalam basis data MySQL.
Untuk sisi software, backend dibangun dengan Laravel, API dibuat untuk kebutuhan integrasi data, dan antarmuka dikembangkan menggunakan AlpineJS serta DaisyUI yang didukung TailwindCSS untuk tampilan yang responsif dan modern. Kombinasi ini membuat sistem tidak hanya fungsional tetapi juga ramah pengguna.
Dashboard interaktif juga dikembangkan untuk mendukung operasional berbagai pihak dalam perusahaan. Admin dapat memantau seluruh data absensi, HRD bisa merekap kehadiran untuk penggajian, finance menghitung gaji berdasarkan data, dan owner bisa memonitor aktivitas karyawan kapan saja.
Sistem ini memberikan efisiensi luar biasa dibandingkan metode sebelumnya. Tidak ada lagi human error akibat kesalahan pencatatan manual, keterlambatan dalam rekap data, atau kesulitan dalam mengecek kehadiran secara berkala. Semua sudah otomatis dan terintegrasi.

Selain itu, sistem ini juga menjadi pintu masuk menuju digitalisasi proses lainnya. Keberhasilan implementasi sistem absensi berbasis IoT menjadi bukti bahwa perusahaan skala menengah pun bisa menerapkan solusi digital yang canggih dan efisien tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dalam proses implementasi, mahasiswa juga memberikan sosialisasi dan pelatihan langsung kepada karyawan. Ini penting agar sistem bisa digunakan secara optimal tanpa menimbulkan kebingungan atau resistensi dari pengguna. Proses edukasi menjadi kunci dari penerimaan teknologi baru.
Melalui proyek kerja praktik ini, mahasiswa tak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi industri. Sistem ini diharapkan dapat terus digunakan oleh perusahaan dan menjadi contoh sukses digitalisasi di sektor usaha produksi dan penjualan.

