Dulu, waktu panel surya pertama kali ramai dibicarakan, semua orang kagum. “Wah, bisa bikin listrik dari matahari!” Tapi seiring waktu, dunia terus bergerak, dan teknologi juga nggak mau ketinggalan. Sekarang, beberapa jenis teknologi panel surya yang dulunya populer banget, mulai ditinggalkan pelan-pelan. Kenapa? Karena udah muncul versi yang lebih efisien, lebih murah, dan lebih praktis. Nah, yuk kita bahas, teknologi panel surya apa saja sih yang mulai tersingkir dan siapa saja “pemain barunya”. Beberapa teknologi panel surya mulai ditinggalkan atau tergeser oleh inovasi yang lebih efisien dan ekonomis. Berikut beberapa di antaranya:
1. Panel Surya Berbasis Silikon Monokristalin Lama
Panel monokristalin generasi lama memiliki efisiensi lebih rendah dibandingkan varian terbaru seperti TOPCon (Tunnel Oxide Passivated Contact), HJT (Heterojunction Technology) dan PERC (Passivated Emitter and Rear Cell). Teknologi baru ini lebih efisien yang bisa menembus 20-24% dalam menangkap sinar matahari dan menghasilkan energi lebih besar per satuan luas. – Alasan kenapa mulai ditinggalkan adalah produksi yang mahal, boros ruang, tidak sefleksibel teknologi baru.

2. Panel Surya Polikristalin Panel polikristalin
dulunya populer karena lebih murah dibandingkan monokristalin, tetapi memiliki efisiensi yang lebih rendah. Kini, industri beralih ke monokristalin yang semakin terjangkau dan lebih efisien.
3. Panel Surya Film Tipis Generasi Lama
Panel berbasis CdTe (Cadmium Telluride) dan CIGS (Copper Indium Gallium Selenide) sempat dikembangkan sebagai alternatif yang fleksibel dan ringan. Namun, efisiensinya masih kalah dibandingkan panel silikon terbaru, sehingga kurang kompetitif untuk penggunaan luas. Tapi teknologi ini masih dalam pengembangan untuk versi terbaru yang tetap tipis namun dengan efisiensi yang lebih tinggi.
4. Panel Surya Tanpa Lapisan Antireflektif
Teknologi lama tidak memiliki lapisan khusus untuk mengurangi pantulan cahaya, sehingga banyak energi matahari yang terbuang. Panel modern kini menggunakan lapisan anti-refleksi dan self-cleaning coatings, meningkatkan daya serap sinar matahari.
5. Panel Surya dengan Backsheet Konvensional
Backsheet tradisional cenderung lebih rentan terhadap degradasi akibat UV dan kelembaban. Teknologi baru seperti dual-glass (glass-glass modules) semakin populer karena lebih tahan lama dan memiliki ketahanan mekanis lebih baik. Untuk saat ini teknologi ini masih sangat umum digunakan namun kemungkinan di masa depan teknologi Bifacial akan lebih diminati.
Masa Depan Teknologi Panel Surya dan Apa yang Lagi Naik Daun?
Kini, industri beralih ke teknologi panel surya yang lebih canggih seperti TOPCon, HJT dan PERC dengan efisiensi lebih tinggi, Panel surya bifacial yang menangkap cahaya dari kedua sisi, Perovskite solar cells, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan yang menjanjikan efisiensi lebih tinggi dan fleksibilitas lebih baik, banyak ilmuwan dan startup ngebut di teknologi ini. Teknologi lama yang kurang efisien mulai tergeser, seiring dengan meningkatnya permintaan akan energi terbarukan yang lebih murah dan berkelanjutan.
Sumber: https://www.hmenergi.com/beberapa-teknologi-panel-surya-mulai-tergeser/?lang=id

