Tangerang Selatan, 10 April 2025 – Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) tengah melakukan observasi untuk pengembangan sebuah aplikasi ujian online berbasis web di SMP PGRI 428 Peusar. Aplikasi ini dirancang untuk membantu sekolah dalam menyelenggarakan ujian secara digital, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
Tim pengembang terdiri dari tiga mahasiswa UNPAM, yaitu Maulana Hafizh Ilham, Taraka Bhanu Widijanto, dan Muhammad Rivaldo Yames. Mereka menjalankan program observasi sebagai bagian awal dari proses Kerja Praktik, dengan tujuan merancang solusi terhadap tantangan pelaksanaan ujian daring agar lebih efisien dan terukur.
Selama observasi, tim mengamati proses ujian konvensional yang masih dilakukan secara manual, mulai dari penyusunan soal hingga penilaian hasil ujian. Guru dan staf sekolah juga turut memberikan informasi terkait kendala yang sering dihadapi, seperti distribusi soal yang lambat, kesalahan input nilai, dan kesulitan dalam pemantauan siswa saat ujian berlangsung.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru serta dokumentasi proses administrasi ujian. Hasil observasi ini akan menjadi dasar bagi tim dalam merancang fitur-fitur aplikasi, seperti pengunggahan soal oleh guru, pengaturan jadwal ujian, serta pemantauan hasil siswa secara real-time melalui browser tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan.
Kepala Sekolah SMP PGRI 428 Peusar, Dahyani, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami berharap melalui program ini, siswa dan guru dapat terbantu dalam pelaksanaan ujian ke depan yang lebih modern dan efisien,” ujarnya. Tim mahasiswa berkomitmen untuk melanjutkan ke tahap perancangan dan pengembangan sistem setelah proses observasi dan analisis kebutuhan selesai dilakukan.
Observasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam proses perancangan sistem, karena memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan dan kendala yang dihadapi pihak sekolah. Tim mahasiswa mencatat bahwa masih banyak proses yang bersifat manual dan memakan waktu, seperti koreksi lembar jawaban dan rekap nilai siswa. Hal ini menjadi pertimbangan utama agar sistem yang dikembangkan nantinya benar-benar membawa efisiensi.
Selain itu, tim juga memperhatikan kesiapan infrastruktur sekolah dalam mendukung penerapan sistem berbasis web. Beberapa hal yang dikaji antara lain ketersediaan perangkat komputer, koneksi internet, serta tingkat literasi digital guru dan siswa. Dengan memahami kondisi teknis di lapangan, mahasiswa dapat menyesuaikan desain aplikasi agar tetap ringan, mudah digunakan, dan tidak membutuhkan spesifikasi tinggi.
Ke depannya, setelah seluruh data observasi dianalisis, tim akan mulai menyusun rancangan antarmuka dan alur sistem sesuai kebutuhan pengguna. Diharapkan, hasil dari kerja praktik ini tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi SMP PGRI 428 Peusar dalam menghadapi tantangan digitalisasi di bidang pendidikan. Kolaborasi ini menjadi bukti peran aktif mahasiswa dalam mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah.

