Saturday, August 15, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeAktivitas akademikInovasi Digital Dimulai dari Sekolah Mahasiswa Unpam Observasi Sistem Pengaduan Siswa di...

Inovasi Digital Dimulai dari Sekolah Mahasiswa Unpam Observasi Sistem Pengaduan Siswa di SMAN 17 Tangerang

Tangerang, 20 Maret 2025 — Tiga mahasiswa Universitas Pamulang dari Program Studi Teknik Informatika, yaitu Farhan Dwitama Saputra, Rangga Fatahillah Azis, dan Abdul Rahman Harahap, melaksanakan kegiatan observasi kerja praktek di SMAN 17 Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem pengaduan masalah siswa berbasis web yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan privasi dalam penanganan aduan siswa.

Observasi dilakukan langsung di beberapa area sekolah, khususnya di ruang Bimbingan Konseling, Tata Usaha, dan area yang berkaitan langsung dengan alur pengaduan. Mahasiswa mencatat bahwa sistem pengaduan yang digunakan masih menggunakan metode konvensional seperti kotak surat dan pencatatan manual, yang rentan terhadap keterlambatan tanggapan dan kurangnya dokumentasi yang valid.

Dalam proses wawancara dengan guru BK, diketahui bahwa sistem yang ada menyulitkan dalam pelacakan riwayat pengaduan, serta rawan terjadi miskomunikasi antara siswa dan pihak sekolah. Hal ini menjadi dasar penting bagi mahasiswa untuk merancang solusi digital yang aman, efisien, dan terpusat.

Salah satu kendala yang juga menjadi perhatian adalah kurangnya privasi bagi siswa dalam menyampaikan keluhan. Dengan sistem manual, siswa ragu-ragu untuk menyampaikan masalah yang bersifat pribadi. Oleh karena itu, pengembangan sistem digital menjadi sangat krusial untuk menjamin kerahasiaan data dan kenyamanan siswa.

Rencana sistem yang disiapkan oleh mahasiswa mencakup fitur login personal siswa, formulir pengaduan online, dashboard pemantauan untuk guru BK, serta sistem notifikasi dan pelacakan status pengaduan. Proyek ini dikembangkan menggunakan metode Waterfall agar setiap tahapan dilakukan secara sistematis dan terstruktur.

Pihak sekolah memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif ini. Guru-guru dan staf administrasi menyambut baik kehadiran teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan mereka dan mempercepat proses penanganan aduan. Dukungan ini menjadi semangat tambahan bagi mahasiswa dalam merancang sistem yang benar-benar dibutuhkan.

Kegiatan observasi ini memperlihatkan betapa pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga menawarkan solusi berbasis teknologi yang dapat langsung diterapkan.

Dari hasil observasi, disimpulkan bahwa sistem pengaduan digital dapat menjadi alternatif terbaik dalam menghadapi tantangan pengelolaan aduan di lingkungan sekolah. Dengan sistem ini, diharapkan SMAN 17 dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih responsif dan ramah terhadap siswa.

RELATED ARTICLES

Most Popular