Tangerang, 20 Maret 2025 – Mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang telah melaksanakan kegiatan observasi di SMK Darussalam Panongan, yang berada di Jl. H. Masirun no. 32 RT.01/03 Kel. Mekarbakti Kec. Panongan Kab. Tangerang – Banten 15710. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 Maret 2025 sebagai bagian dari program kerja praktik mahasiswa.
Tujuan utama dari pengamatan ini adalah untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kebutuhan sekolah dalam manajemen ujian berbasis web. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Aura Febrianti, Candra Alex Perlana dan, Lintan Amalliyah Putri. Mereka melakukan observasi mendalam serta wawancara interaktif dengan pengajar dan tim teknis sekolah.

Dengan berkomunikasi langsung dengan guru mahasiswa memperoleh wawasan mendalam tentang pelaksanaan ujian di sekolah itu. Mereka menemukan berbagai hambatan yang dialami oleh pihak sekolah dalam pelaksanaan ujian konvensional, seperti penggunaan kertas yang berlebihan, lamanya proses pemeriksaan manual, serta risiko kehilangan dokumen hasil ujian.
Walaupun cara tersebut masih berfungsi dengan baik, pihak sekolah menyadari bahwa perpindahan ke sistem digital dapat memberikan banyak manfaat. Tanggapan dari sekolah terhadap isu ujian berbasis web sangat baik, mencerminkan kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi informasi di bidang pendidikan.
Dalam kegiatan observasi yang dilakukan di SMK Darussalam Panongan, mahasiswa mengamati secara langsung tahapan pelaksanaan ujian konvensional yang masih dilakukan secara manual. Proses diawali dengan penyusunan soal oleh guru menggunakan Microsoft Word. Setelah itu, soal-soal dikumpulkan oleh panitia ujian untuk digandakan sesuai kebutuhan dan didistribusikan ke ruang ujian berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
Pelaksanaan ujian dilakukan di ruang kelas, di mana siswa mengerjakan soal menggunakan lembar jawaban kertas. Guru yang telah dijadwalkan bertugas sebagai pengawas ujian untuk memastikan ketertiban dan kelancaran pelaksanaan.
Setelah ujian selesai, lembar jawaban dikumpulkan dan diserahkan kepada guru mata pelajaran untuk dikoreksi secara manual. Penilaian dilakukan dengan teliti, terutama untuk soal uraian yang memerlukan perhatian khusus.
Langkah terakhir adalah rekapitulasi nilai. Guru mencatat nilai siswa dalam format Excel atau buku nilai, kemudian menyerahkannya kepada operator sekolah untuk diinput ke dalam sistem akademik. Nilai tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam pembuatan laporan hasil belajar serta dokumentasi akademik sekolah. Proses ini menunjukkan pentingnya ketelitian dan koordinasi antar pihak dalam pelaksanaan ujian secara konvensional.
Berdasarkan observasi, sistem ujian konvensional di SMK Darussalam Panongan masih berjalan secara manual di hampir seluruh tahapan. Meskipun koordinasi antar guru dan panitia berjalan dengan baik, proses ini memakan banyak waktu, berisiko terhadap kesalahan pencatatan, serta bergantung pada penggunaan kertas.
Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi sistem ujian dapat menjadi solusi tepat untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pelaksanaan evaluasi akademik di sekolah.
Dengan digitalisasi ujian ini, diharapkan SMK Darussalam Panongan mampu melaksanakan proses evaluasi akademik yang lebih efisien, transparan, dan terkini.

