Saturday, August 15, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeAktivitas akademikObservasi Sistem Aset di PT. Datanex: Menemukan Celah, Merancang Solusi Digital

Observasi Sistem Aset di PT. Datanex: Menemukan Celah, Merancang Solusi Digital

Bogor, April 2025 – Dalam rangka pelaksanaan kerja praktek pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, tiga mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang yaitu Hafid Yahya, Dicky Fahmi, dan Daniel Alvin Faga melakukan observasi langsung terhadap proses pengelolaan aset di PT. Datanex Inovasi Pratama. Tujuan utama observasi ini adalah untuk memahami sistem kerja aktual terkait manajemen aset, serta mengidentifikasi kendala yang ada guna merancang solusi teknologi yang lebih efektif dan efisien.

Hasil observasi menunjukkan bahwa perusahaan saat ini telah menerapkan metode pengelolaan aset berbasis komputer menggunakan perangkat lunak seperti Microsoft Excel. Namun, sistem ini belum memiliki integrasi real-time, tidak terhubung langsung dengan perangkat identifikasi aset, dan tidak menyajikan laporan secara otomatis.

Pencatatan, perbaikan, mutasi, peminjaman, maupun pengembalian aset, masih dilakukan secara terpisah, tanpa sistem pelacakan yang terpusat. Hal ini menimbulkan tantangan seperti keterlambatan informasi, serta sulitnya menyesuaikan data stok dengan kondisi aktual.

Bapak Tayeb sedang menjelaskan proses pengelolaan aset dan wawancara kebutuhan sistem

Berdasarkan wawancara dengan pihak internal PT. Datanex, diketahui bahwa sistem pencatatan aset sebelumnya belum cukup mendukung efisiensi kerja dalam memenuhi kebutuhan operasional harian. Proses pencatatan sering kali menimbulkan duplikasi data dan kurang terintegrasi antara bagian yang terkait. Selain itu, pelacakan aset masih dilakukan secara manual sehingga menyulitkan saat dilakukan pengecekan atau pelaporan secara cepat.

Kebutuhan terhadap sistem informasi yang mampu memonitor aset secara real-time, mengurangi proses input berulang serta mempermudah pelacakan dan identifikasi aset dengan penggunaan Barcode/QR Code menjadi prioritas yang diharapkan segera diimplementasikan.

Tim kerja praktik kami mengkaji bahwa sistem yang bersifat komputerisasi non-integratif seperti penggunaan Excel memang sudah membantu dibanding metode tulis tangan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan.

Observasi ini menjadi landasan dalam perancangan sistem informasi manajemen aset berbasis web yang dilengkapi dengan fitur scan barcode/QR code, serta hak akses berbasis peran (role-based access control).

Observasi ini sekaligus menegaskan bahwa integrasi antara teknologi digital dan kebutuhan proses bisnis sangat penting dalam mendukung efisiensi kerja dan akurasi data aset di masa depan.

RELATED ARTICLES

Most Popular