Pada 9 April 2025 – Dua mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang melakukan kegiatan observasi lapangan di Rumah Sakit Asysyifaa, yang berlokasi di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian awal dari kerja praktik yang bertujuan untuk menerapkan solusi teknologi nyata dalam bidang infrastruktur jaringan.
Mahasiswa yang terlibat adalah Raharja Adhi Putrayana dan Iqmal Akbar, yang tengah menempuh semester enam. Dalam observasi ini, mereka melakukan wawancara langsung dengan tim IT rumah sakit untuk memperoleh informasi mengenai kondisi sistem informasi dan perangkat jaringan yang digunakan saat ini.
Berdasarkan hasil diskusi dan observasi di lapangan, ditemukan bahwa pengelolaan perangkat jaringan di Rumah Sakit Asysyifaa belum memiliki sistem monitoring terpusat yang mampu memantau status semua perangkat secara real-time. Perangkat seperti router, switch, PC, dan server belum dapat diawasi secara efisien dari satu titik.
Tim IT rumah sakit juga menyampaikan bahwa saat ini keamanan data cukup terjaga karena akses sistem hanya tersedia di lingkungan internal. Namun, mereka masih menghadapi tantangan besar dalam hal stabilitas koneksi internet serta absennya fitur monitoring aktif untuk mendeteksi perangkat yang sedang tidak berfungsi.
Dalam wawancara, mahasiswa mencatat bahwa potensi pengembangan sistem monitoring jaringan sangat besar. Solusi yang diusulkan adalah sistem berbasis ICMP yang dapat memantau status up atau down dari perangkat-perangkat penting dalam jaringan rumah sakit secara otomatis.
Raharja dan Iqmal kemudian mulai menyusun rencana pengembangan sistem monitoring jaringan berbasis web dengan protokol ICMP. Sistem ini nantinya akan memberikan tampilan status perangkat secara real-time dan dapat digunakan oleh tim IT sebagai alat untuk mempercepat respons terhadap gangguan.
Melalui pendekatan berbasis pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa berhasil menyusun peta kebutuhan sistem yang lebih akurat dan relevan. Ini menjadi bekal awal sebelum implementasi sistem dilakukan dalam tahap kerja praktik selanjutnya.
Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan pihak Rumah Sakit Asysyifaa menjadi contoh nyata bahwa kerja praktik bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap peningkatan sistem kerja instansi mitra.
Dengan adanya hasil observasi ini, diharapkan sistem monitoring yang dikembangkan mampu menjadi alat bantu penting bagi pengelolaan infrastruktur TI rumah sakit secara efisien dan tepat waktu.

