Bogor, 11 Juni 2025 — Mahasiswa Universitas Pamulang berhasil mengimplementasikan Sistem Absensi Berbasis Web di SMK Yapia Parung sebagai bentuk kontribusi nyata dari kerja praktek mereka. Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode presensi manual yang selama ini digunakan, dengan menghadirkan fitur presensi QR Code, pengajuan izin online, serta pelaporan kehadiran yang terintegrasi dan real-time.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Adhira Maharani Putri, Wahyuni, dan Rival Fahrezi Saputra menggunakan pendekatan metode Agile dan kerangka kerja Scrum dalam pengembangan sistem. Pendekatan ini memungkinkan mereka menyesuaikan pengembangan fitur dengan kebutuhan aktual dari pengguna sekolah. Implementasi dimulai setelah uji coba internal dan persetujuan dari pihak sekolah.
Fitur utama dari sistem ini adalah presensi QR Code, di mana guru dan staf dapat melakukan presensi dengan memindai QR Code yang ditampilkan setiap hari melalui perangkat ponsel mereka. Kehadiran akan langsung tercatat dalam sistem dan dapat dimonitor secara real-time oleh admin dan kepala sekolah melalui dasbor yang telah disediakan.
Selain fitur presensi, sistem juga menyediakan formulir izin digital yang memungkinkan pengguna mengajukan izin atau laporan sakit tanpa perlu hadir secara fisik. Setiap pengajuan akan diverifikasi dan disetujui langsung oleh kepala sekolah melalui antarmuka sistem yang mudah digunakan dan responsif.
Tim juga menambahkan fitur filter data dan ekspor laporan ke dalam format PDF dan Excel untuk mendukung kegiatan administratif. Guru dan staf dapat melihat riwayat kehadiran mereka kapan saja, sedangkan pihak administrasi sekolah kini dapat menghasilkan laporan presensi hanya dengan beberapa klik, tanpa rekap manual yang melelahkan.
Sistem ini diuji menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi bekerja sebagaimana mestinya. Hasil pengujian menunjukkan tidak ada error pada proses login, input data, atau saat memindai QR Code, yang menandakan sistem telah siap untuk digunakan secara operasional penuh di lingkungan sekolah.

Tampilan antarmuka sistem juga dirancang ramah pengguna dengan dukungan tampilan responsif berbasis CSS modern. Hal ini penting mengingat pengguna sistem berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari sisi usia maupun pemahaman teknologi.
Kepala sekolah dan staf memberikan tanggapan positif terhadap penerapan sistem ini karena dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses absensi serta meningkatkan akurasi data kehadiran. Tidak hanya itu, sistem juga dianggap mampu menyederhanakan proses administratif yang sebelumnya bergantung penuh pada pencatatan manual.
Ke depan, sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi aplikasi mobile dengan dukungan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor, serta integrasi dengan sistem database sekolah secara menyeluruh. Hal ini akan menjadikan proses presensi lebih fleksibel dan aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

