Bekasi, 17 Juni 2025 – Setelah melalui proses observasi dan analisis kebutuhan, mahasiswa Universitas Pamulang akhirnya berhasil mengimplementasikan Sistem Manajemen Bengkel Berbasis Web di FAM Auto. Proyek ini merupakan hasil kerja praktik yang dilakukan untuk menjawab tantangan operasional di bengkel dengan pendekatan teknologi informasi.
Tim mahasiswa memilih model pengembangan Waterfall karena dinilai paling cocok untuk proyek berskala menengah yang membutuhkan perencanaan terstruktur. Setiap tahap dikerjakan secara berurutan mulai dari analisis, desain, implementasi, hingga pengujian menggunakan metode Black Box Testing.
Sistem ini mencakup berbagai fitur penting seperti manajemen data pelanggan, booking servis online, pencatatan histori kendaraan, pengelolaan stok spare part secara otomatis, serta laporan keuangan harian dan bulanan. Semua fitur ini diakses melalui dashboard berbasis website yang responsif.
Dalam proses implementasi, tim mahasiswa melakukan pelatihan kepada staf dan manajemen bengkel. Mereka mendemokan cara input data, pengaturan jadwal servis, pemantauan stok, hingga pencetakan laporan. Sistem juga menyediakan otentikasi pengguna berdasarkan peran, seperti admin, teknisi, dan kasir.
Uji coba dilakukan dengan memasukkan data simulasi pelanggan dan servis. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat mempercepat pekerjaan administratif hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. Bahkan teknisi kini bisa melihat jadwal langsung dari perangkat mereka tanpa harus menunggu instruksi manual.
Salah satu fitur unggulan adalah pemantauan stok spare part secara real-time. Ketika terjadi transaksi, jumlah stok akan otomatis terupdate. Ini membantu mengurangi risiko kekosongan stok yang tidak terdeteksi, serta mempercepat pengadaan barang baru.
Dari sisi laporan, manajemen bengkel kini bisa melihat rekap layanan, transaksi, dan keuntungan setiap hari. Tidak perlu lagi membuat laporan manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Hal ini sangat memudahkan evaluasi bisnis secara periodik.
Pihak FAM Auto merasa sangat terbantu dengan sistem ini. Mereka menyebut implementasi ini sebagai lompatan besar dalam pelayanan dan pengelolaan bengkel. Menurut mereka, sistem ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital bisa dilakukan oleh usaha kecil menengah tanpa biaya besar.
Tim mahasiswa berharap sistem ini tidak hanya bermanfaat untuk FAM Auto, tapi juga bisa menjadi inspirasi bagi bengkel lain di Indonesia. Mereka juga menyatakan siap memberikan dukungan teknis jika sistem perlu dikembangkan lebih lanjut di masa depan.
Dengan suksesnya implementasi ini, kolaborasi antara kampus dan dunia industri kembali menunjukkan hasil nyata. Proyek ini bukan hanya tugas akademik, tetapi menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu memberikan solusi nyata untuk dunia usaha melalui teknologi.

