Tangerang, 13 Maret 2025 — Pada bulan Maret 2025, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Pamulang, yaitu Lukman Mahdi, Ezra Musa Robo, dan Alan Nuari, telah melaksanakan kegiatan observasi kerja praktek di Madrasa Asia Afrika yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Banten.
Madrasa Asia Afrika merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan kurikulum berbasis teknologi dan pembelajaran digital. Lembaga ini menyediakan berbagai program pendidikan yang mengintegrasikan teknologi informasi untuk mendukung proses belajar-mengajar yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan era digital.
Kegiatan observasi ini bertujuan untuk memahami lebih dalam alur proses produksi di lingkungan perusahaan, khususnya terkait dengan penanganan pesanan customer hingga produk dikirimkan. Observasi dilakukan di bawah bimbingan kak Chory Aulia Puti Hakim selaku pembimbing lapangan.
Dalam kegiatan observasi yang dilakukan di Madrasah Asia Afrika, mahasiswa mengikuti secara langsung alur proses pembelajaran mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Proses ini diawali dengan pencatatan kebutuhan pembelajaran yang diajukan oleh guru atau staf melalui platform digital. Setiap permintaan mencantumkan detail materi, jumlah siswa, serta teknologi yang diperlukan untuk mendukung proses belajar. Data tersebut menjadi dasar bagi admin dalam merancang rencana pembelajaran.
Selanjutnya, admin mencatat kebutuhan pembelajaran secara manual menggunakan Excel dan menyusun rencana pembelajaran dalam bentuk fisik untuk disampaikan kepada tim pengajar. Setelah menerima rencana tersebut, tim pengajar mengembangkan materi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Apabila terdapat kesalahan atau perlu penyesuaian, rencana pembelajaran dikembalikan ke admin untuk direvisi sebelum diterapkan.
Tahap implementasi dilakukan dengan menerapkan materi pembelajaran berbasis teknologi langsung di kelas sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Setelah kegiatan pembelajaran berlangsung, admin akan merekap laporan harian ke dalam format Excel, lalu mengirimkannya kepada kepala madrasah melalui email. Di akhir proses, laporan akhir disusun sebagai dokumentasi dan bahan evaluasi untuk perbaikan proses pembelajaran ke depannya.
Observasi ini menunjukkan bahwa meskipun sistem kerja di Madrasa Asia Afrika masih didominasi oleh proses manual, koordinasi antar divisi tetap berjalan efektif. Dokumen rencana pembelajaran fisik menjadi instrumen penting dalam menjembatani komunikasi 1 dan alur kerja antara admin dan tim pengajar. Pelaporan kepada kepala madrasah pun telah terstruktur meskipun belum sepenuhnya terdigitalisasi.
Kami menyimpulkan bahwa madrasah memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi kerja dengan memanfaatkan sistem digital yang lebih terintegrasi, terutama untuk pencatatan kebutuhan pembelajaran dan distribusi rencana pembelajaran secara elektronik.
Sebagai bentuk kontribusi dalam kegiatan kerja praktek ini, kami berinisiatif untuk merancang dan mengembangkan Sistem Apikasi keuangan sekolah. Sistem ini bertujuan untuk mendigitalisasi seluruh proses pencatatan, pelacakan, dan pelaporan rencana pembelajaran secara real-time, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada dokumen.

