Saturday, August 15, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeAktivitas akademikDigitalisasi Keuangan RT RW Dimulai dari Observasi Mahasiswa Unpam di Cluster Pesona...

Digitalisasi Keuangan RT RW Dimulai dari Observasi Mahasiswa Unpam di Cluster Pesona Karawaci

Tangerang, 11 April 2025 – Mahasiswa Universitas Pamulang terus menunjukkan kontribusinya dalam mendukung transformasi digital di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan Kerja Praktik, tiga mahasiswa Teknik Informatika — Nixon Clementius Marauhuku, Muhamad Satriaji, dan Haiqal Aqmal Suryanto — melakukan observasi lapangan di lingkungan Cluster Pesona Karawaci, Tangerang, dengan fokus pada pengelolaan keuangan RT dan RW.

Kegiatan observasi ini menjadi langkah awal dalam merancang dan mengembangkan SIMKARTA, singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Kas RT/RW Berbasis Website. Sistem ini dirancang sebagai solusi untuk pencatatan transaksi kas secara digital, transparan, dan efisien, menggantikan metode manual yang selama ini digunakan pengurus lingkungan.

Observasi dilakukan melalui wawancara langsung dengan pengurus RT/RW serta warga setempat untuk menggali alur kerja, kebutuhan pencatatan, hingga harapan masyarakat terhadap sistem digital. Dari hasil diskusi, ditemukan bahwa pencatatan kas dilakukan secara manual di buku atau Excel, dan laporan keuangan hanya dibagikan saat rapat rutin — yang kadang tidak dihadiri semua warga.

Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berhasil menyusun kebutuhan fungsional sistem berdasarkan masukan pengurus dan warga. Mereka menekankan pentingnya sistem yang mudah dioperasikan, bebas error, serta dapat digunakan oleh pengurus dengan tingkat literasi digital yang beragam.

Rancangan awal SIMKARTA mencakup fitur login dan autentikasi, pencatatan kas masuk dan keluar, laporan otomatis, dashboard visual, ekspor data ke PDF/Excel, serta sistem kontrol akses multi-user. Setiap fitur dirancang agar selaras dengan kebutuhan kerja nyata yang sudah berlangsung di lingkungan RT dan RW.

Observasi ini juga dilengkapi dokumentasi teknis seperti flowchart, DFD, ERD, dan sketsa UI/UX awal. Hal ini menjadi dasar kuat sebelum masuk ke tahap pengembangan sistem, karena desain sistem didasarkan langsung pada kondisi riil yang ditemukan di lapangan.

Tim SIMKARTA memutuskan untuk membangun sistem berbasis web karena dianggap paling fleksibel, mudah diakses dari perangkat apa pun, dan tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan di ponsel pengurus atau warga.

Selama fase observasi dan perencanaan sistem, mahasiswa juga menyusun timeline kerja mulai dari pengembangan modul login hingga integrasi fitur laporan. Pendekatan sistematis ini membuat tahapan pengembangan berjalan efisien dan sesuai target waktu yang ditentukan.

Observasi ini ditutup dengan dukungan penuh dari Ketua RT/RW dan warga yang menyambut baik rencana implementasi SIMKARTA. Mereka berharap sistem ini mampu menjadi awal dari transformasi digital yang nyata di lingkungan mereka.

RELATED ARTICLES

Most Popular