Cirebon, Juni 2025— Dalam rangka pelaksanaan kerja praktek, mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang yaitu Aldi Al Kahfi, Ade Ahmad Mirza Sitepu, dan Muhammad Zidan Nursalim telah berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan Aplikasi Bengkel Berbasis Website di Bengkel Watro Mulyo Joyo.
Melalui sistem berbasis web yang dirancang menggunakan pendekatan model Waterfall, Aplikasi ini dirancang untuk mendigitalisasi seluruh proses, mulai dari pendataan pelanggan, input layanan servis, manajemen data mekanik, pencatatan transaksi dan laporan keuangan, serta monitoring progres servis.
Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, dengan pendekatan model Waterfall. UI/UX dirancang menggunakan HTML, CSS (Bootstrap), dan JavaScript untuk memudahkan pengguna dalam berinteraksi.
Struktur sistem ini mencakup aktoraktor seperti Admin, Pemilik, Mekanik, Staff, dan Customer, dengan masing-masing memiliki peran yang spesifik dalam alur kerja digital. Diagram Use Case dan Entity Relationship Diagram (ERD) menunjukkan bagaimana setiap entitas saling terhubung, mulai dari input pesanan hingga histori aktivitas pengguna.
- Dashboard Informasi: Menampilkan rekap jumlah servis, total transaksi, dan progres pengerjaan.
- Manajemen Data Pelanggan dan Mekanik: Pencatatan data secara digital dan tersimpan otomatis dalam sistem.
- Input dan Riwayat Servis: Pencatatan layanan servis serta riwayat kendaraan yang dapat dilihat kapan saja.
- Keuangan dan Laporan: Modul keuangan memungkinkan pemilik bengkel memantau pemasukan dari setiap layanan.

Aplikasi telah berhasil diinstal dan diuji secara langsung bersama pihak bengkel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Pihak bengkel menyampaikan bahwa sistem ini sangat membantu dalam menyederhanakan alur kerja dan meningkatkan efisiensi operasional sehari-hari.
Implementasi sistem ini diharapkan mampu membawa Bengkel Watro Mulyo Joyo ke arah digitalisasi yang lebih optimal, sehingga pelayanan terhadap pelanggan pun menjadi lebih cepat, akurat, dan profesional.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar membangun sistem berbasis teknologi, tetapi juga belajar memahami langsung kebutuhan dunia kerja dan pelaku UMKM. Diharapkan ke depannya, sistem ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung digitalisasi layanan bengkel di berbagai daerah.

