Tangerang, 15 Juni 2025 – Komunitas Kumpulan Wong Sragen (KWS) kini telah resmi menggunakan sistem informasi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Pamulang. Sistem ini dibuat untuk mempermudah proses manajemen keanggotaan dan kegiatan yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Tiga mahasiswa — Abdus Salam, Ilyas Saputra, dan Niko Kristiawan — sukses mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi web yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan komunitas sosial seperti KWS. Sistem ini kini menjadi fondasi baru dalam pengelolaan administrasi KWS.
Fitur utama dari sistem ini mencakup form pendaftaran anggota baru, pencatatan kegiatan, dan fitur absensi kehadiran secara otomatis. Selain itu, tersedia juga laporan kegiatan yang bisa dicetak langsung dari sistem, memudahkan pengurus saat menyusun laporan evaluasi.
Sistem juga menerapkan manajemen pengguna berbasis hak akses, yaitu Ketua, Pengurus, dan Anggota. Masing-masing memiliki tampilan dan fungsi berbeda sesuai kebutuhan. Misalnya, anggota bisa melihat jadwal acara, sedangkan pengurus bisa menambahkan kegiatan dan mengelola absensi.
Antarmuka sistem dibuat user-friendly dan dapat diakses dari berbagai perangkat, termasuk smartphone. Ini penting karena sebagian besar anggota tidak selalu bekerja di depan komputer dan membutuhkan akses cepat dari HP mereka.
Dalam proses uji coba, mahasiswa menyimulasikan input data anggota dan kegiatan secara langsung bersama pengurus KWS. Hasilnya menunjukkan sistem berjalan stabil, mudah digunakan, dan sesuai dengan alur kegiatan komunitas.

Implementasi sistem ini mendapat respon positif dari Ketua KWS, Pak Punanto, yang menyampaikan bahwa sistem ini sangat membantu dalam menertibkan data anggota dan mendukung transparansi dalam pelaporan kegiatan.
Dampak langsung dari sistem ini adalah efisiensi dalam pencatatan dan kemudahan pelacakan data. Tidak ada lagi data tercecer, dan seluruh proses terdokumentasi dengan rapi dalam satu platform terintegrasi.
Dengan keberhasilan ini, KWS kini menjadi contoh komunitas berbasis masyarakat yang berhasil melakukan digitalisasi secara mandiri dan kolaboratif. Mahasiswa telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital pada sektor komunitas.

