Tangerang, Mei 2025– Pada Tanggal 25 mei 2025 tim mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang yakni Arif Rahman Hakim, Mahfud Al Hayat, dan Riswanto Halim – mengembangkan sistem manajemen stok barang antar cabang berbasis web untuk Toko Cahaya Lancar kini memasuki tahap implementasi. Sistem ini dirancang sebagai solusi atas permasalahan klasik toko, yakni ketidakseimbangan persediaan antar cabang yang mengakibatkan penumpukan di satu lokasi dan kekurangan di lokasi lainnya.
Langkah krusial dalam proses implementasi ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan penggunaan sistem kepada pihak Toko Cahaya Lancar. Sesi pertama pelatihan ditujukan kepada pemilik toko.
Tim mahasiswa memberikan penjelasan mendalam mengenai cara kerja sistem, mulai dari tampilan antarmuka yang dirancang intuitif hingga fungsi-fungsi utama yang tersedia. Pemilik diajarkan cara memantau secara keseluruhan kondisi stok, termasuk total variasi produk yang ada, jumlah persediaan di setiap toko secara real-time, serta bagaimana sistem memberikan peringatan dini ketika stok suatu barang menipis.

Tujuan dari pelatihan ini adalah membekali pemilik dengan kemampuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi stok dan memanfaatkan laporan antar cabang sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.
Selanjutnya, tim juga mengadakan sesi pelatihan untuk para karyawan-karyawan Toko Cahaya Lancar. Sesi ini berfokus pada aspek operasional sistem yang akan menjadi bagian dari tugas sehari-hari karyawan. Para karyawan dilatih mengenai prosedur pengelolaan stok, termasuk tata cara mencatat barang masuk dan keluar dari gudang atau etalase, serta bagaimana mengajukan permintaan transfer barang antar cabang apabila terjadi kekurangan di suatu lokasi.
Mereka juga dipandu langkah demi langkah mengenai proses login ke dalam sistem dengan akun masing-masing, navigasi pada dashboard yang relevan (terutama untuk administrator pusat, jika ada), serta penggunaan fitur-fitur yang berkaitan dengan transaksi penerimaan dan pengiriman barang.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para karyawan dapat dengan mudah mengadopsi sistem baru ini dalam pekerjaan mereka, menggantikan metode pencatatan dan koordinasi stok manual yang selama ini dianggap kurang efisien dan rentan terhadap kesalahan.

