Tangerang, 10 Maret 2025 – Dalam rangka pelaksanaan kerja praktik mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang, kegiatan observasi telah dilakukan di MI Ar-Robiatul Adawiyah untuk mengkaji sistem absensi yang masih dilakukan secara manual. Observasi ini menjadi tahap awal sebelum pengembangan sistem digital diterapkan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap penguatan teknologi di dunia pendidikan dasar.
Kegiatan observasi dilakukan pada tanggal 6 hingga 10 Maret 2025. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas sekolah sehari-hari, khususnya proses kehadiran guru dan siswa. Dengan wawancara bersama Kepala Sekolah, Ibu Siti Khumairoh, serta beberapa guru dan staf Tata Usaha, ditemukan berbagai permasalahan dalam proses pencatatan manual.
Salah satu temuan utama adalah proses absensi siswa yang dilakukan secara konvensional di dalam kelas setiap pergantian mata pelajaran. Guru mencatat kehadiran secara tertulis di buku absensi, yang kemudian direkap oleh bagian administrasi. Metode ini memakan waktu dan sangat rentan terhadap kesalahan pencatatan.
Sementara itu, absensi guru dilakukan di ruang Tata Usaha dengan metode serupa. Data kehadiran dicatat harian di buku absensi pegawai. Tidak terdapat sistem elektronik yang mendukung akurasi ataupun efisiensi dari proses ini, yang menyebabkan keterlambatan dalam rekapitulasi dan pelaporan kehadiran.
Mahasiswa mencatat bahwa proses ini tidak hanya menyulitkan sekolah dalam proses dokumentasi, tetapi juga menyulitkan pihak orang tua maupun manajemen sekolah dalam memantau kehadiran siswa secara real-time. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan sistem absensi digital yang lebih cepat, transparan, dan efektif.
Selain observasi proses, tim juga melakukan dokumentasi visual terhadap suasana sekolah, aktivitas pembelajaran, serta bentuk absensi manual yang digunakan. Dokumentasi ini menjadi bahan analisis kebutuhan untuk mendesain sistem yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan observasi yang dilakukan dan menunjukkan sikap terbuka terhadap inovasi digital. Kepala Sekolah bahkan menyampaikan harapannya agar sistem baru nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan dan keteraturan administrasi kehadiran.
Observasi ini menjadi pondasi penting sebelum masuk ke tahap implementasi sistem. Dengan mengenali permasalahan sejak awal, mahasiswa memiliki gambaran yang jelas mengenai solusi yang dibutuhkan oleh sekolah, sekaligus memahami bagaimana teknologi dapat menjawab permasalahan administratif di dunia pendidikan dasar.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar menganalisis kebutuhan pengguna, tetapi juga mengasah kepekaan sosial terhadap lingkungan pendidikan. Tahap awal ini menjadi momentum penting menuju transformasi digital yang bermanfaat nyata bagi sekolah.

