Tangerang, 7 Maret 2025 – Mahasiswa Universitas Pamulang kembali menunjukkan perannya dalam mendukung transformasi digital di dunia industri. Dua mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika, Zulaizah Rahayu dan Nurul Fauziah, melakukan observasi mendalam di PT Trustone Borneo Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan, logistik, dan konsultasi keselamatan kerja.
Selama tiga bulan pelaksanaan observasi, mahasiswa berfokus pada proses kerja di bagian pengadaan barang dan jasa. Perusahaan yang berlokasi di sektor energi ini telah menggunakan software Accurate untuk pembukuan, namun mahasiswa menemukan bahwa banyak kegiatan administratif seperti pengolahan dokumen quotation, surat jalan, dan invoice masih dilakukan secara manual.
Proses-proses tersebut dijalankan melalui Microsoft Word dan Excel, yang membuat efisiensi kerja menjadi terbatas. Hal ini terungkap saat wawancara langsung dengan Direktur perusahaan, Bapak Idrus. Beliau mengungkapkan bahwa keterbatasan software yang digunakan dan minimnya sistem digital yang terintegrasi menyebabkan dokumen seringkali tertumpuk dan pencarian data menjadi tidak efisien.
Dalam observasi ini, mahasiswa juga mempelajari pola komunikasi antar divisi, proses approval, serta kendala dalam pemrosesan data pemasok dan pelanggan. Mereka turut mengkaji bagaimana proses pengadaan berlangsung dari tahap quotation, purchase order, hingga invoice, yang semuanya masih membutuhkan waktu panjang akibat pengolahan data manual.
Catatan penting lain dari observasi ini adalah kurangnya sistem pencatatan keuangan yang terstruktur. Walaupun ada sistem kas besar dan kas kecil, data tidak saling terhubung sehingga menimbulkan potensi tumpang tindih dan menyulitkan saat audit keuangan dilakukan.
Mahasiswa mencatat bahwa digitalisasi adalah solusi utama untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Mereka menyusun kerangka awal pengembangan sistem yang mampu mencakup alur kerja pengadaan barang dari hulu ke hilir, sekaligus mengintegrasikan manajemen keuangan dalam satu platform berbasis web.
Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa juga berdiskusi langsung dengan staf pengadaan dan bagian keuangan untuk memahami kebutuhan teknis dari sisi pengguna akhir. Ini menjadi acuan penting dalam menentukan fitur utama sistem digital yang akan dikembangkan.
Dari keseluruhan hasil observasi, mahasiswa menyimpulkan bahwa PT Trustone Borneo Indonesia memiliki kesiapan untuk mengadopsi sistem digital, namun membutuhkan solusi yang sederhana, praktis, dan mudah dioperasikan. Hal inilah yang akan menjadi prioritas dalam rancangan sistem berbasis Laravel dan MySQL yang akan mereka bangun.
Kegiatan observasi ini tidak hanya memberikan gambaran jelas mengenai kondisi operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia industri. Langkah awal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi digital yang aplikatif dan berdampak nyata bagi perusahaan.

