Jakarta Barat, 07 Maret 2025 – Dalam upaya mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, SMKN 73 Jakarta tengah melaksanakan pengembangan Sistem Ujian Sekolah Berbasis Web.
Sistem ini merupakan bagian dari proyek kerja praktik mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Pamulang yaitu yang ditempatkan di sekolah tersebut untuk memberikan kontribusi nyata dalam penerapan solusi digital di lingkungan pendidikan.
Pengembangan aplikasi dilakukan secara bertahap oleh mahasiswa Universitas Pamulang dengan pendekatan berbasis kebutuhan (need-based development). Mahasiswa memulai proses dengan melakukan observasi mendalam terhadap mekanisme ujian yang selama ini digunakan di SMKN 73 Jakarta.
Dari hasil observasi tersebut, sistem dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan utama seperti pembuatan bank soal, pengelompokan siswa berdasarkan kelas dan mata pelajaran, serta fitur koreksi otomatis untuk soal pilihan ganda.
Tahap awal pembangunan aplikasi mencakup desain antarmuka pengguna yang responsif dan ramah bagi siswa dan guru, perancangan struktur basis data yang optimal, serta pengembangan modul login dan otorisasi pengguna. Siswa akan diberikan akun masing-masing untuk mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan, sementara guru memiliki akun dengan hak akses untuk mengelola soal, jadwal, serta melihat laporan hasil ujian.
Sistem ini dikembangkan menggunakan teknologi web modern, dengan pemanfaatan bahasa pemrograman berbasis PHP dan JavaScript, serta basis data MySQL untuk manajemen data. Untuk memastikan kenyamanan dalam penggunaan, desain antarmuka dibuat sederhana namun informatif, dengan navigasi yang mudah dipahami oleh pengguna dari berbagai latar belakang digital.

Selain aspek teknis, pengembangan sistem ini juga diorientasikan pada pencapaian tujuan pendidikan yang lebih luas, yakni menciptakan proses evaluasi yang objektif, efisien, dan transparan.
Dengan adanya sistem ini, proses penilaian tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga meminimalkan intervensi manual yang rentan terhadap kesalahan. Guru dapat lebih fokus pada analisis hasil belajar siswa, sementara siswa mendapatkan pengalaman ujian yang lebih modern, terstruktur, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

