Tangerang, 7 Maret 2025 – Tiga mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan observasi kerja praktek di PT Jomu Studio Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi alat pemotong industri seperti cutting dies dan molding custom. Perusahaan ini berlokasi di Kawasan Industri Millenium Blok K3 No. 8, Kabupaten Tangerang, dan dikenal sebagai salah satu penyedia produk presisi untuk berbagai kebutuhan pemotongan material.
Kegiatan observasi ini dilakukan oleh Anggarini Puspita Rarasati, Deytizsa Putri Nur Azizah, dan Puput Arie Sugiyanto, yang disambut dan dibimbing langsung oleh Bapak Jon Ivan selaku pembimbing lapangan. Tujuan dari observasi ini adalah memahami alur proses pemesanan hingga pengiriman produk, sekaligus mengidentifikasi kendala dalam distribusi dan pelaporan Surat Perintah Kerja (SPK) yang masih dilakukan secara manual.
Selama observasi, mahasiswa mengikuti seluruh tahapan kerja yang dimulai dari pencatatan pesanan customer melalui media sosial, hingga SPK dicetak dan didistribusikan ke bagian drafter dan produksi. Mahasiswa juga mencermati proses pembuatan desain produk oleh tim drafter, pembuatan produk oleh tim produksi, dan pembuatan surat jalan sebagai bagian akhir dari pengiriman barang ke pelanggan.
Pencatatan pesanan saat ini masih menggunakan Excel, dan pelaporan SPK harian dikirim via email ke CEO. Sistem ini dianggap cukup mendukung kegiatan operasional, namun belum sepenuhnya efisien. Koordinasi antar divisi masih bergantung pada dokumen fisik dan komunikasi manual, sehingga memunculkan potensi keterlambatan atau kehilangan informasi penting.
Dalam sesi wawancara dengan tim produksi dan admin, mahasiswa mengetahui bahwa dokumen SPK berperan penting dalam mengatur alur kerja antar tim, namun distribusinya secara manual menyulitkan pelacakan progres. Selain itu, CEO sebagai pengambil keputusan tidak memiliki akses real-time terhadap status produksi yang sedang berjalan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa menyimpulkan perlunya sistem digital untuk mendukung alur kerja SPK secara real-time. Sistem ini diharapkan mampu mengintegrasikan proses dari awal pemesanan hingga pelaporan akhir secara otomatis dan terstruktur, sekaligus meminimalisasi penggunaan dokumen fisik yang rawan tercecer atau hilang.
Pihak perusahaan merespons positif inisiatif ini. Bapak Jon Ivan menyampaikan bahwa digitalisasi SPK sangat dibutuhkan agar pengawasan lebih mudah dan koordinasi antar divisi semakin efektif. Hal ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan efisiensi bisnis mitra industri.
Sebagai bentuk kontribusi konkret, mahasiswa merancang sistem aplikasi pelaporan SPK berbasis website yang mencakup fitur pencatatan pesanan, pelacakan proses produksi, dan pelaporan otomatis ke manajemen. Sistem ini dirancang dengan prinsip sederhana, efisien, dan sesuai kebutuhan operasional PT Jomu Studio Indonesia.
Observasi ini tidak hanya menjadi fondasi perancangan sistem, tetapi juga menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam melihat langsung tantangan yang dihadapi oleh sektor industri dalam menghadapi digitalisasi proses kerja.

