Saturday, August 15, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeTeknologi PendidikanSejarah BASIC & Kontribusi Thomas Kurtz

Sejarah BASIC & Kontribusi Thomas Kurtz

Pada tahun 1963–1964, Thomas Eugene Kurtz, seorang profesor matematika di Dartmouth, bersama dengan John G. Kemeny mengembangkan Bahasa BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) dan sistem Dartmouth Time-Sharing System (DTSS). Inovasi ini memiliki tujuan besar: agar mahasiswa umum—bukan hanya insinyur atau peneliti—dapat menggunakan komputer melalui bahasa yang sederhana dan antarmuka waktu bersama, bukan antrean batch tradisional.

Thomas Kurtz lahir pada 22 Februari 1928 di Oak Park, Illinois. Ia menamatkan studi matematika di Knox College (1950) dan meraih gelar PhD dari Princeton pada 1956, sebelum bergabung dengan fakultas Dartmouth. Pengalamannya awal dalam komputasi datang saat ia bekerja di UCLA dan MIT, sering bepergian jauh untuk menjalankan program—pengalaman tersebut mendorong visinya agar Dartmouth memiliki sistem time-sharing sendiri.

Pada 1 Mei 1964, versi pertama BASIC dan sistem DTSS berhasil dijalankan—menandai langkah awal dari revolusi komputasi Pendidikan. Dengan BASIC, mahasiswa hanya perlu dua sesi kuliah untuk mulai menulis program sederhana—sangat berbeda dibandingkan Fortran yang butuh beberapa pertemuan. Sistem waktu bersama memungkinkan puluhan pengguna mengakses komputer secara bersamaan melalui terminal, sebuah prekursor cloud computing.

Kurtz juga sangat menekankan bahwa BASIC dibuat untuk “orang kebanyakan”—bahkan mereka yang tidak berniat menjadi programmer profesional. Ia memilih istilah-istilah bahasa Inggris sederhana seperti LET, IF, dan THEN agar mudah dipahami. Akses dari terminal di kampus hingga versi yang dibawa oleh Bill Gates dan Paul Allen di Altair 8800 pada 1975 memperluas pengaruh BASIC ke seluruh dunia.

Selain BASIC, Kurtz berperan besar dalam pengembangan standar bahasa ini. Ia aktif dalam komite ANSI dan ECMA pada 1980-an untuk menetapkan spesifikasi resmi BASIC, serta mendirikan perusahaan True BASIC Inc. pada 1983 bersama Kemeny dan alumni Dartmouth. Atas karyanya, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk IEEE Computer Pioneer Award (1991) dan gelar Fellow dari ACM dan Computer History Museum.

Secara keseluruhan, Thomas Kurtz layak disebut pionir yang mendemokratisasi komputasi—mengubah komputer dari alat eksklusif menjadi media pembelajaran dan kreativitas bagi generasi berikutnya. Warisannya terlihat jelas pada peranan BASIC dalam sejarah komputer pribadi, fondasi cloud computing, dan filosofi pendidikan teknologi yang inklusif hingga saat ini.

RELATED ARTICLES

Most Popular