Palembang – Perkembangan industri di Sumatera Selatan mendorong kebutuhan akan sistem manajemen material yang semakin presisi dan adaptif. Menjawab tantangan tersebut, sebuah penelitian menghadirkan Sistem Inventaris Cerdas Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan industri mengelola stok material teknis dan suku cadang secara lebih efektif dan terukur.
Sistem ini memanfaatkan pendekatan hibrida dengan menggabungkan algoritma Random Forest dan Long Short-Term Memory (LSTM). Kombinasi tersebut memungkinkan sistem untuk tidak hanya membaca data historis, tetapi juga memahami konteks operasional mesin dan pola kebutuhan suku cadang dalam jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan perencanaan inventaris secara lebih proaktif dan berbasis data.
Seorang praktisi industri manufaktur di salah satu kawasan industri Palembang menjelaskan bahwa pengelolaan suku cadang memiliki karakteristik unik dibandingkan dengan inventaris barang konsumsi. “Permintaan suku cadang sangat bergantung pada kondisi mesin dan aktivitas produksi. Oleh karena itu, pendekatan berbasis analisis data sangat relevan untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujarnya.
Dalam sistem yang dikembangkan, Random Forest berperan menganalisis berbagai variabel teknis seperti usia peralatan dan kondisi operasional, sementara LSTM mempelajari pola waktu untuk memprediksi kapan kebutuhan material kemungkinan muncul. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif dibandingkan metode konvensional, karena mampu menangkap pola permintaan yang bersifat tidak teratur.
Keunggulan lain dari sistem ini adalah kemampuannya membaca indikator awal kondisi mesin. Misalnya, perubahan parameter operasional tertentu dapat menjadi sinyal bahwa komponen tertentu akan membutuhkan penggantian dalam waktu dekat. Informasi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan perencanaan pengadaan yang lebih tepat waktu.
Agar dapat diterapkan secara nyata di lingkungan industri, pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Pendekatan ini memastikan bahwa sistem dirancang sesuai kebutuhan pengguna, diuji secara menyeluruh, dan siap diintegrasikan dengan proses bisnis yang sudah berjalan.
Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan teknologi AI dalam digitalisasi rantai pasok industri di Palembang. Dengan dukungan sistem inventaris cerdas, perusahaan berpeluang meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan biaya penyimpanan, serta memperkuat keandalan proses produksi.
Inovasi ini mencerminkan komitmen industri di Sumatera Selatan untuk bergerak menuju Era Industri 4.0, di mana data dan kecerdasan buatan menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan strategis dan berkelanjutan.

