Tangerang, Desember 2025 — Peran Manager on Duty (MOD) di lingkungan rumah sakit memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran operasional serta memastikan mutu pelayanan kesehatan berjalan optimal selama 24 jam. Kehadiran MOD menjadi elemen penting dalam memastikan setiap unit pelayanan bekerja secara terkoordinasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara lapangan, MOD bertanggung jawab melakukan pengawasan menyeluruh terhadap berbagai unit pelayanan, mulai dari rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), poliklinik, ICU/HCU, hingga unit penunjang seperti farmasi, laboratorium, radiologi, keamanan, dan fasilitas rumah sakit. Tugas ini menuntut kesiapsiagaan tinggi, kemampuan komunikasi yang efektif, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, MOD memulai shift dengan koordinasi awal bersama unit terkait, kemudian melakukan pemantauan langsung ke area pelayanan. Rounding rutin dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan setiap kebutuhan pasien maupun keluarga dapat direspons secara cepat dan tepat. Setiap laporan yang diterima diverifikasi langsung di lapangan guna memastikan solusi yang diberikan sesuai dengan kondisi aktual.

Selain memastikan kelancaran operasional harian, MOD juga berperan sebagai penghubung antara manajemen dan unit pelayanan. Setiap kejadian penting, baik terkait pelayanan maupun operasional, didokumentasikan dan dilaporkan secara sistematis sebagai bahan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen rumah sakit dalam menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peran MOD turut mendorong efisiensi kerja melalui koordinasi lintas unit yang intensif dan pengelolaan informasi yang tertib. MOD juga berperan aktif dalam mendorong pengembangan sistem digital terintegrasi sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dan kualitas layanan. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu mempercepat proses pemantauan kondisi operasional, ketersediaan fasilitas, serta pelaporan kejadian secara akurat.
Upaya penguatan sistem digital ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu layanan jangka panjang. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pelaporan dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih efisien, data tersimpan dengan aman, serta kesiapan rumah sakit dalam menghadapi audit dan pengembangan layanan dapat semakin optimal.
Secara keseluruhan, keberadaan Manager on Duty memberikan kontribusi signifikan dalam membangun rumah sakit yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan pasien. Melalui pengawasan yang konsisten, koordinasi lintas unit, dan dukungan inovasi berkelanjutan, MOD menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, efisien, dan terpercaya.

