Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian, seorang mahasiswa melakukan kegiatan wawancara dan observasi lapangan pada sebuah UMKM pastry lokal yang bergerak di bidang produksi aneka kue. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji proses bisnis sekaligus merancang Sistem Informasi Pemesanan dan Produksi Kue yang diharapkan mampu mendukung peningkatan kinerja usaha.
UMKM pastry tersebut dikenal aktif melayani berbagai jenis pesanan, mulai dari kue ulang tahun, pastry premium, hingga produk kue custom untuk kebutuhan acara tertentu. Aktivitas usaha berlangsung secara teratur dengan alur kerja yang jelas, didukung oleh ruang produksi yang bersih dan tertata rapi. Area penerimaan pesanan dirancang sederhana namun fungsional, mencerminkan komitmen pemilik usaha dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Hasil observasi di area dapur produksi menunjukkan bahwa proses pengolahan kue dilakukan dengan standar yang baik. Pekerja terlihat mengolah adonan di atas meja stainless steel yang higienis serta menggunakan berbagai peralatan produksi seperti timbangan digital, mixer berkapasitas besar, dan perlengkapan pendukung lainnya. Setiap tahapan produksi dijalankan secara berurutan, mulai dari penimbangan bahan baku, pengolahan adonan, hingga proses persiapan sebelum pemanggangan.

Konsistensi dalam proses produksi menjadi perhatian utama dalam operasional UMKM ini. Setiap adonan diproses dengan takaran yang terukur guna menjaga keseragaman kualitas produk. Ketelitian dalam bekerja menjadi bagian penting dari budaya kerja, sehingga hasil akhir kue yang dihasilkan tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Selain observasi, dilakukan pula wawancara langsung dengan pemilik usaha guna menggali informasi terkait alur pemesanan dan pengelolaan produksi. Wawancara berlangsung dalam suasana yang kondusif dan terbuka, sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan sistem informasi yang akan dikembangkan. Pemilik usaha menyampaikan bahwa pengelolaan pesanan dan produksi merupakan bagian penting dari keberlangsungan usaha, sehingga diperlukan sistem yang mampu mendukung pencatatan dan koordinasi secara terintegrasi.
Dalam wawancara tersebut, terungkap pula pentingnya pengelolaan data stok bahan baku secara terpusat. Dengan adanya sistem informasi yang terstruktur, diharapkan seluruh data pesanan, jadwal produksi, serta ketersediaan bahan baku dapat dipantau dengan mudah dan akurat. Hal ini dinilai mampu membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan efisiensi operasional dan ketepatan proses produksi.

Melalui kegiatan wawancara dan observasi ini, diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan UMKM pastry terhadap sistem informasi pemesanan dan produksi kue. Perancangan sistem ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital UMKM, sekaligus meningkatkan kualitas layanan, efektivitas kerja, dan daya saing usaha di tengah perkembangan industri kuliner yang semakin dinamis.

