Tangerang, 14 Juni 2025 – tim mahasiswa dari Program Studi Teknologi Informasi Universitas Pamulang sukses mengimplementasikan sistem absensi digital berbasis web dengan dukungan lokasi GPS di TPQ Al-Walad. Sistem ini merupakan kelanjutan dari observasi sebelumnya yang bertujuan menyederhanakan dan memodernisasi proses absensi guru dan santri.
Sistem yang diterapkan dapat diakses melalui laptop maupun smartphone, dan dilengkapi dengan fitur GPS untuk memastikan kehadiran dilakukan dari lokasi yang sah. Teknologi ini membantu mencegah kecurangan dan meningkatkan kepercayaan pengurus terhadap data yang tercatat.
Tim mahasiswa memandu langsung proses instalasi, konfigurasi, dan pelatihan penggunaan sistem kepada pihak pengurus TPQ. Dalam sesi pendampingan ini, mereka menjelaskan fungsi-fungsi utama seperti login pengguna, pencatatan kehadiran berbasis lokasi, serta akses laporan kehadiran secara otomatis.
Pihak TPQ mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka kesulitan menyusun laporan bulanan karena proses absensi masih dilakukan dengan buku tulis. Dengan sistem baru ini, semua data langsung terekam secara digital dan dapat dicetak dalam format laporan kapan saja dibutuhkan.

Selain fitur absensi utama, sistem ini juga menyediakan ruang untuk mencatat izin dan cuti guru, pelaporan materi pembelajaran, serta laporan keterlambatan santri. Semuanya disatukan dalam satu dashboard yang simpel dan mudah dipahami oleh pengguna.
Dokumentasi manual penggunaan sistem juga disiapkan untuk mendukung proses adaptasi. Mahasiswa menyadari pentingnya pendekatan edukatif dalam implementasi sistem, terutama untuk pengguna yang belum terbiasa dengan platform digital.
Respon dari pengurus sangat positif. Mereka mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang tidak hanya membawa solusi teknologi, tetapi juga memahami kebutuhan lokal dan mendampingi proses adaptasi dengan sabar. Sistem ini dianggap sebagai terobosan sederhana namun berdampak besar.
Penerapan ini juga menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan keagamaan lain dalam memanfaatkan teknologi secara efektif. TPQ Al-Walad kini menjadi contoh nyata bahwa transformasi digital bisa dilakukan tanpa biaya besar dan tetap menjunjung nilai-nilai pendidikan berbasis komunitas.
Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan teknis, tetapi juga keberhasilan membangun jembatan antara pendidikan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa belajar tentang dunia nyata, dan masyarakat mendapatkan solusi nyata—itulah kolaborasi yang berdampak.

