Sunday, August 16, 2026
Flatform Digital untuk Berbagi Informasi Kegiatan dan Pengetahuan
HomeAktivitas akademikMenembus Batas Operasional Manual Menuju Digitalisasi di CV Mitra Grafika

Menembus Batas Operasional Manual Menuju Digitalisasi di CV Mitra Grafika

Tangerang, 19 November 2024 – Di tengah arus transformasi digital, CV Mitra Grafika, perusahaan percetakan lokal di Tangerang masih mengandalkan sistem kerja yang sebagian besar berjalan secara manual. Mahasiswa Universitas Pamulang yang terdiri dari Jefri Danil, Fausta Vita Austrin, dan Novy Rahdiansyah melaksanakan observasi kerja praktik guna memahami alur kerja dan tantangan di lapangan.

Selama observasi, ditemukan bahwa lebih dari 50% proses operasional mulai dari pemotongan bahan hingga pengiriman barang masih mengandalkan catatan kertas dan komunikasi manual. Hal ini memperlambat proses kerja dan menyulitkan koordinasi lintas divisi, terutama pada bagian gudang dan distribusi.

Dalam wawancara langsung dengan tim operasional, diketahui bahwa pencatatan stok barang, pengambilan keputusan, serta pelaporan aktivitas masih sering mengalami keterlambatan. Penyebabnya adalah kurangnya sistem yang mampu menyediakan informasi secara real-time, sehingga tim sering harus melakukan pengecekan manual berulang kali.

Salah satu perwakilan staf gudang menyampaikan bahwa mereka sangat membutuhkan sistem yang dapat menunjukkan stok secara langsung, agar tidak perlu lagi menghubungi bagian lain hanya untuk mengetahui jumlah barang yang tersedia. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan digitalisasi memang sudah sangat mendesak.

Para mahasiswa kemudian melakukan pengamatan pada proses kerja yang sedang berjalan dan mendokumentasikan alur sistem lama. Hasilnya menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam pemrosesan data yang dapat menghambat produktivitas serta akurasi informasi. Hal ini membuka ruang bagi pengembangan sistem digital yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Wawancara denan mba happy

Mahasiswa juga mencatat bahwa walaupun sistem manual sudah berjalan cukup lama, pihak manajemen menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan. Bahkan, ada keinginan kuat untuk memperbaiki sistem agar bisa bersaing di tengah persaingan bisnis percetakan yang semakin kompleks dan cepat.

Selain itu, faktor keamanan data juga menjadi pertimbangan penting. Karena masih menggunakan sistem konvensional, risiko kehilangan atau kerusakan data sangat tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu menyimpan data secara terpusat dan terjamin keamanannya.

Observasi ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk mulai merancang solusi digital. Mereka menyusun kerangka dasar sistem manajemen gudang berbasis web yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan saat ini.

Dengan landasan hasil observasi ini, diharapkan implementasi sistem yang dikembangkan ke depannya dapat menyelesaikan masalah efisiensi, kecepatan akses data, dan keamanan, sekaligus mendorong CV Mitra Grafika menuju sistem kerja modern yang lebih profesional.

RELATED ARTICLES

Most Popular