Depok, 22 Juni 2025 – Sebagai tindak lanjut dari observasi sebelumnya, mahasiswa Universitas Pamulang bernama Nadia Fasha berhasil mengimplementasikan sebuah sistem aplikasi helpdesk berbasis website di Yayasan Al-Izhar. Sistem ini dirancang untuk mengatasi tantangan koordinasi layanan teknis yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
Sebelum sistem ini diterapkan, laporan kendala dari guru dan staf sekolah biasanya dikirim lewat email atau catatan manual. Meskipun cara tersebut cukup berjalan, sistem pencatatan dan pelacakan laporan sangat terbatas. Tidak ada basis data terpusat untuk merekam status, progres, maupun histori penanganan kendala teknis.
Aplikasi helpdesk yang dikembangkan bertujuan menciptakan alur kerja yang lebih terstruktur, terpusat, dan transparan. Melalui sistem ini, setiap laporan dari pengguna dapat langsung masuk ke dalam platform, diproses oleh admin IT, dan ditindaklanjuti sesuai prioritas serta jenis kendala.
Dari sisi teknis, sistem ini dirancang menggunakan teknologi client-side sepenuhnya. Untuk penyimpanan data digunakan localStorage dari browser, tanpa server atau database eksternal. Semua fungsi interaktif dibangun native dengan JavaScript, serta tampilan disusun dengan HTML dan CSS kustom, menjadikan aplikasi ini ringan dan mudah dijalankan di berbagai perangkat.
Struktur sistem terdiri dari dua peran utama: Staf/Pelapor (guru dan karyawan) serta Admin IT. Pelapor dapat membuat laporan kendala, melihat status penyelesaian, dan mendapatkan notifikasi. Sementara Admin IT memiliki akses penuh untuk memproses laporan, mengubah status, dan melihat histori teknis pengguna.
Dalam proses pengujian, digunakan metode Black Box Testing untuk memastikan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai skenario pengguna. Pengujian dilakukan bersama pembimbing lapangan untuk mendapatkan masukan langsung dari pengguna awal sistem, sekaligus memastikan sistem dapat diterapkan dalam konteks nyata.

Dengan sistem ini, setiap laporan terekam secara otomatis, dan pihak manajemen dapat mengakses laporan secara berkala tanpa perlu rekap manual. Selain itu, proses eskalasi laporan menjadi lebih cepat karena semua data terintegrasi dalam satu platform.
Sistem helpdesk ini telah diperkenalkan dan dihosting oleh pembimbing lapangan, Bapak Ahmad Yahya. Beliau menyambut baik sistem ini karena dapat membantu tim IT dalam merespons permintaan teknis secara lebih efisien, serta memberikan ruang evaluasi berbasis data atas performa layanan bantuan teknis.
Aplikasi ini tidak hanya menjadi proyek kerja praktik, tetapi juga kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi. Dalam jangka panjang, sistem ini diharapkan bisa dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur notifikasi otomatis, pelaporan grafik, serta penyimpanan data berbasis cloud.
Implementasi sistem ini mencerminkan semangat mahasiswa untuk tidak hanya menjalani kerja praktik sebagai formalitas, tetapi juga memberikan solusi konkret berdasarkan observasi lapangan. Ini membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan signifikan dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.

