Tangerang Selatan, 21 Juni 2025 — Kolaborasi antara mahasiswa Universitas Pamulang dan SMK Mutiara Bangsa Cengkareng akhirnya membuahkan hasil. Mahasiswa Teknik Informatika dari kampus Universitas Pamulang berhasil mengembangkan sistem pembayaran administrasi sekolah berbasis web yang mulai diterapkan di lingkungan sekolah.
Proyek ini merupakan bagian dari program kerja praktek yang dijalankan oleh Putri Salwa, Dea Nadya Harvie, dan Resty Wulandari. Dalam waktu sekitar tiga bulan, mereka merancang dan mengimplementasikan sistem pembayaran digital yang bisa digunakan untuk mengelola pembayaran SPP, uang gedung, hingga kegiatan sekolah secara online.
Sistem ini dikembangkan menggunakan teknologi berbasis PHP, MySQL, dan framework Laravel untuk server-side, sementara antarmukanya didesain dengan Bootstrap agar mudah diakses oleh pengguna. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Agile, di mana setiap tahapannya melibatkan pihak sekolah untuk memberi masukan langsung terhadap sistem yang sedang dibangun.
Fitur-fitur utama yang ditawarkan meliputi manajemen data siswa, pencatatan pembayaran, riwayat transaksi, laporan keuangan otomatis, serta notifikasi pengingat pembayaran jatuh tempo. Sistem juga menyediakan fitur akses login berbeda untuk bendahara, admin, wali kelas, dan siswa, sehingga pengelolaan data menjadi lebih aman dan terstruktur.
Setelah diterapkan, sistem ini berhasil meningkatkan kecepatan pelayanan administrasi hingga 70 persen lebih cepat, dan akurasi pencatatan pembayaran mencapai 98 persen. Proses pembuatan laporan bulanan pun kini bisa dilakukan secara otomatis dan dapat dicetak kapan saja.
Menurut Kepala Tata Usaha SMK Mutiara Bangsa, kehadiran sistem ini sangat membantu dalam kegiatan administrasi harian. “Sekarang data pembayaran bisa dicek langsung, laporan tinggal cetak, nggak perlu rekap manual lagi. Jauh lebih praktis,” ungkapnya.
Meski masih berbasis web, tim pengembang merekomendasikan pengembangan lanjutan ke versi mobile agar sistem bisa diakses lebih fleksibel dari mana saja, termasuk saat kegiatan sekolah di luar ruangan.
Keberhasilan proyek ini menjadi contoh nyata sinergi antara mahasiswa dan dunia pendidikan menengah dalam mendukung digitalisasi layanan sekolah. Selain memperkaya pengalaman lapangan mahasiswa, sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan ke depannya demi pelayanan administrasi yang lebih modern dan efisien.

