Tangerang Selatan, 16 Juni 2025 – Sebagai bagian dari kontribusi kegiatan kerja praktek, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang yaitu Muhammad Alfin Gio Abidin, Maulana Riza Fachramdhan, dan Naufal Muzaki telah mengembangkan dan menyelesaikan Sistem Absensi Siswa Berbasis Web dengan Pemindaian QR Code di SMK Sasmita Jaya 1.
Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode absensi manual yang selama ini digunakan dan memberikan solusi digital yang lebih efisien serta terstruktur. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan metode Agile, yang memungkinkan mahasiswa merancang sistem secara bertahap sesuai kebutuhan pengguna di lapangan.
Selama proses pengembangan, dilakukan analisis terhadap kebutuhan sekolah, penyusunan dokumen teknis seperti Activity Diagram, Use Case Diagram, ERD, hingga perancangan antarmuka dan sistem database.
Fitur utama dari sistem ini mencakup:
- Login Multi-User untuk siswa, guru piket, wali kelas, admin, dan kepala sekolah.
- Pemindaian QR Code untuk proses kehadiran siswa secara otomatis.
- Manajemen Data untuk siswa, guru, dan kelas.
- Rekap dan Laporan Absensi Bulanan dalam format yang siap dicetak.
- Dashboard Monitoring Kehadiran sebagai alat bantu pengawasan pihak sekolah.
Walaupun sistem belum di-hosting secara penuh dan belum digunakan langsung oleh guru dan staf dalam kegiatan belajar mengajar, mahasiswa telah melakukan demonstrasi sistem secara langsung kepada guru-guru, staf sekolah, serta di hadapan pihak LPTI Universitas Pamulang. Demonstrasi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sistem berjalan sesuai fungsi dan telah siap untuk digunakan jika nantinya diimplementasikan secara penuh.

Melalui demo tersebut, pihak sekolah dan kampus dapat melihat secara langsung bagaimana sistem memproses presensi siswa, menampilkan data kehadiran, dan menghasilkan laporan secara otomatis.
Tanggapan dari pihak yang hadir menunjukkan antusiasme dan apresiasi terhadap solusi yang dikembangkan karena dinilai mampu menyederhanakan proses absensi yang selama ini memakan waktu dan tenaga.
Selain mempermudah proses absensi, sistem ini juga memberikan transparansi yang lebih baik bagi seluruh pihak. Wali kelas dapat dengan mudah memantau kehadiran siswa secara real-time, sementara kepala sekolah memiliki akses terhadap data rekap yang lengkap dan terorganisir. Hal ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan terkait kedisiplinan dan evaluasi kehadiran siswa.
Keberhasilan pengembangan sistem ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memberikan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan institusi pendidikan. Diharapkan sistem ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara luas di sekolah-sekolah lain untuk mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.

