Tangerang Selatan, 2 Juni 2025 – Setelah melalui tahap observasi dan analisis kebutuhan, mahasiswa Universitas Pamulang berhasil mengimplementasikan sistem digital pemesanan berbasis web di House of Bellybee. Sistem ini hadir sebagai solusi konkret untuk membantu proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Mahasiswa yang tergabung dalam tim ini berasal dari Program Studi Teknik Informatika, dan telah mengembangkan aplikasi yang dapat mencatat pesanan produk, baik untuk koleksi retail maupun pesanan custom. Sistem ini juga menjadi penghubung antara admin dengan tim produksi untuk menyampaikan informasi desain, ukuran, dan catatan pesanan pelanggan.
Implementasi dimulai dengan presentasi sistem langsung kepada Ibu Milawati selaku pemilik Bellybee. Tim menjelaskan alur kerja sistem, termasuk fitur-fitur utama seperti input pesanan, unggah desain, status produksi, dan pelaporan. Sistem dirancang agar dapat digunakan oleh pengguna non-teknis sekalipun, dengan antarmuka yang sederhana dan ramah.
Mahasiswa juga mengadakan pelatihan bagi staf internal Bellybee untuk memastikan sistem dapat digunakan secara mandiri. Tim memberikan simulasi penggunaan, mulai dari login, input data, hingga pemantauan status pekerjaan oleh bagian produksi. Seluruh proses berjalan interaktif dan disambut dengan antusias.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuan menyimpan histori pesanan secara otomatis. Hal ini memudahkan pemilik dalam menelusuri ulang transaksi, mengevaluasi hasil produksi, hingga menyiapkan laporan penjualan dalam periode tertentu.

Selama proses uji coba, mahasiswa terus memantau kestabilan sistem dan memperbaiki masukan langsung dari pengguna. Pengujian fitur dilakukan menggunakan pendekatan iteratif, sesuai prinsip pengembangan berbasis kebutuhan riil pengguna (user-driven development).
Dengan penerapan sistem ini, tim produksi dapat menerima informasi pesanan tanpa harus menunggu komunikasi manual dari admin. Dokumen desain dan ukuran langsung terdistribusi melalui sistem, sehingga mengurangi risiko miskomunikasi dan keterlambatan produksi.
Sistem juga mengatur status pemesanan dalam beberapa tahapan seperti “menunggu produksi”, “sedang dijahit”, hingga “siap kirim”. Dengan ini, admin dan pemilik bisa memantau progres pengerjaan pesanan secara real-time tanpa harus mengecek satu per satu.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya milik industri besar, melainkan juga bisa diadopsi oleh UMKM dengan pendekatan sederhana dan sesuai kebutuhan. Proyek ini menjadi inspirasi bahwa mahasiswa dapat memberikan solusi nyata yang bermanfaat langsung bagi mitra usaha.
Dengan selesainya implementasi ini, House of Bellybee telah memasuki tahap baru dalam manajemen produksinya, dan menjadi contoh sukses sinergi antara pendidikan dan pelaku UMKM di era digital.

