Tangerang Selatan, 7 Maret 2025 — SMP Raudlatul Hikmahmerupakan sekolah menengah pertama swasta yang beralamat di Jl. Arjuna, RT.001/RW.8, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416. Sekolah ini memiliki visi mencetak peserta didik yang cerdas, berakhlak, dan mampu bersaing di era global. Selain fokus pada akademik dan karakter, sekolah juga berupaya untuk meningkatkan efisiensi tata kelola melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk dalam sistem kehadiran siswa.
Sistem absensi yang masih dilakukan secara manual menimbulkan beberapa kendala, seperti keterlambatan pelaporan dan kesulitan dalam memantau kehadiran secara real-time. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang dapat meningkatkan efektivitas pencatatan dan pemantauan kehadiran siswa.
Sebagai bagian dari kegiatan kerja praktek, tiga mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang, yaitu Lukman, Eneng Isti Alpiyanti, dan Sayuti Malik, melaksanakan observasi langsung di SMP Raudlatul Hikmah.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami alur absensi yang berjalan, menggali kebutuhan sistem, serta merancang sistem absensi berbasis QR Code yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Observasi dilakukan melalui wawancara dengan pihak sekolah dan pengamatan terhadap proses kehadiran siswa di lapangan.
Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan di SMP Raudlatul Hikmah, terdapat beberapa catatan penting yang menjadi dasar dalam pengembangan sistem absensi berbasis QR Code.
Proses pencatatan kehadiran siswa yang masih dilakukan secara manual dinilai kurang efisien, terutama dalam hal pelaporan dan akurasi data. Guru harus mencatat kehadiran secara tertulis di buku absensi, kemudian melakukan rekap secara berkala untuk diserahkan ke bagian administrasi. Hal ini memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan pencatatan.
Selain itu, pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka menginginkan sistem yang lebih praktis dan mendukung pemantauan kehadiran siswa secara real-time, termasuk melibatkan orang tua agar dapat memantau kehadiran anaknya setiap hari. Hal ini dianggap penting untuk mendukung kedisiplinan siswa dan keterbukaan informasi antara sekolah dan wali murid.
Dari sisi infrastruktur, sekolah cukup terbuka terhadap penggunaan teknologi informasi dan siap menerima solusi digital asalkan mudah digunakan, tidak memberatkan jaringan, dan dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah. Tanggapan dari guru dan pihak administrasi terhadap rencana pengembangan sistem sangat positif, terutama karena mereka menyadari manfaat digitalisasi dalam mengurangi beban administratif dan meningkatkan akurasi data.
Secara keseluruhan, hasil observasi ini memberikan gambaran bahwa penerapan sistem absensi berbasis QR Code sangat relevan dan dibutuhkan di SMP Raudlatul Hikmah. Dukungan dari pihak sekolah menjadi faktor penting yang mendorong kelancaran proses implementasi ke tahap berikutnya.

